Operator logika Python adalah bagian penting dalam pemrograman yang digunakan untuk menggabungkan dua atau lebih kondisi (boolean expression) menjadi satu. Dengan memahami operator logika seperti and, or, dan not, kamu dapat membuat keputusan program yang lebih kompleks dan fleksibel.
Apa Itu Operator Logika di Python?
Operator logika digunakan untuk menguji kebenaran dari dua atau lebih ekspresi logika. Biasanya digunakan bersama pernyataan kondisional seperti if, elif, dan while. Ketiga operator logika utama dalam Python adalah:
- and → Mengembalikan
Truejika semua kondisi bernilai benar. - or → Mengembalikan
Truejika salah satu kondisi bernilai benar. - not → Membalikkan nilai logika (
TruemenjadiFalsedan sebaliknya).
1. Operator and di Python
Operator and digunakan untuk menggabungkan dua kondisi dan hanya akan bernilai True jika kedua kondisi tersebut benar.
Contoh Penggunaan:
x = 10
y = 5
if x > 5 and y < 10:
print("Kedua kondisi benar!")
else:
print("Salah satu kondisi salah!")
Penjelasan:
Kondisi pertama x > 5 adalah True dan kondisi kedua y < 10 juga True. Karena keduanya benar, maka hasilnya adalah Kedua kondisi benar!.
Contoh Kasus Praktis:
Misalnya kamu ingin mengecek apakah seorang pengguna boleh masuk ke situs berdasarkan umur dan status keanggotaan:
umur = 20
member = True
if umur >= 18 and member:
print("Akses diterima, selamat datang!")
else:
print("Maaf, akses ditolak.")
2. Operator or di Python
Operator or akan bernilai True jika salah satu kondisi bernilai benar.
Contoh Penggunaan:
x = 3
y = 7
if x > 5 or y > 5:
print("Salah satu kondisi benar!")
else:
print("Kedua kondisi salah!")
Penjelasan:
Kondisi pertama x > 5 salah (False), tapi kondisi kedua y > 5 benar (True), maka hasil akhir adalah True.
Contoh Kasus Praktis:
Jika kamu membuat sistem login sederhana yang memperbolehkan login dengan email atau username:
login_email = False
login_username = True
if login_email or login_username:
print("Login berhasil!")
else:
print("Login gagal, coba lagi.")
3. Operator not di Python
Operator not digunakan untuk membalikkan nilai logika dari ekspresi.
Jika hasil ekspresi adalah True, maka not akan mengubahnya menjadi False, dan sebaliknya.
Contoh Penggunaan:
x = True print(not x) # Output: False
Contoh Kasus Praktis:
Misalnya kamu ingin menolak akses bagi pengguna yang tidak aktif:
aktif = False
if not aktif:
print("Akun tidak aktif, silakan hubungi admin.")
else:
print("Akun aktif, selamat datang!")
Gabungan Operator Logika
Kamu juga bisa menggabungkan beberapa operator logika sekaligus untuk membuat kondisi yang lebih kompleks.
umur = 25
punya_ktp = True
punya_sim = False
if (umur >= 17 and punya_ktp) or punya_sim:
print("Kamu bisa berkendara!")
else:
print("Kamu belum memenuhi syarat.")
Penjelasan:
Kondisi di atas akan bernilai True karena umur ≥ 17 dan memiliki KTP. Meskipun tidak punya SIM, syarat pertama sudah cukup memenuhi kondisi logika or.
Nilai Boolean di Python
Python menganggap nilai berikut sebagai False:
- Angka 0
- String kosong (
"") - List kosong (
[]) - Tuple kosong (
()) - None
Selain nilai-nilai tersebut, semua dianggap True.
Contoh:
if []:
print("Benar")
else:
print("Salah") # Output: Salah
Kesimpulan
Operator logika and, or, dan not adalah fondasi penting dalam pemrograman Python.
Dengan memahaminya, kamu dapat mengendalikan alur logika program dengan lebih baik, menulis kode yang efisien, dan membangun sistem pengambilan keputusan yang kompleks.
Gunakan operator ini dengan bijak untuk membuat program yang dinamis dan mudah dibaca. Semakin sering kamu berlatih, semakin mudah memahami cara kerja logika dalam Python!